Selasa, 29 Maret 2011

PENGHENTIAN MAKANAN DARI JEPANG

Pemerintah memperketat pengawasan impor makanan asal Jepang guna memastikan keamanan produk dari kemungkinan adanya kontaminasi radiasi nuklir. Kebijakan pengetatan ditempuh menyusul terjadinya kerusakan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang,akibat gempa.
Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan, seperti halnya negara-negara lain, Indonesia mempunyai standar baku dalam proses pemeriksaan bahan pangan yang masuk ke Indonesia dari negara manapun, termasuk makanan segar seperti daging,susu dan sayuran.
”Termasuk yang dari Jepang itu harus memenuhi apa yang disebut sertificate of analysis. Dari sertifikasi itu akan kelihatan komponen ada atau tidaknya komponen yang tidak dibolehkan, termasuk radiasi,” ujar Mari seusai mendoakan korban tsunami Jepang dan menandatangani Buku Belasungkawa di kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.
 Untuk urusan pangan, ungkap Mari,lembaga yang berwenang melakukan pemeriksaan sertificate of analysis adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, BPOM harus melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap pangan impor asal Jepang,khususnya yang tiba di Indonesia setelah 11 Maret lalu.
 ”Tapi saya yakin Pemerintah Jepang telah mengambil langkah pengamanan seperti apa yang mereka lakukan dengan produk susu dan sayuran,”ujarnya.
Pernyataan Mari diamini Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri.Menurutnya, Pemerintah Jepang sangat memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan bahan pangan masyarakat yang saat ini menjadi sorotan banyak pihak. ”Maka kami juga harus memastikan keamanan pangan yang kami ekspor,”tegasnya.
 Kendati sejumlah negara seperti Singapura telah mengambil langkah penghentian sementara impor makanan asal Jepang, Mendag menegaskan Indonesia tidak akan mengambil tindakan serupa.
”Kita tidak akan menyetop impor, tetapi apa yang akan kita lakukan adalah meningkatkan pengawasan dengan sertificate of analysis tadi. Dari hasil sertifikasi itu akan kelihatan apakah ada kontaminasi atau tidak?” tandasnya.
Mari menambahkan,impor bahan pangan segar dari Jepang relatif tidak banyak. Menurut dia, persentase impor lebih banyak pangan olahan (process goods) yang kemungkinan kontaminasinya juga lebih kecil. Untuk itu, Mendag mengimbau masyarakat jangan terlalu khawatir karena pengawasan sudah sangat ketat.(Okezone.com)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar